Ketik satu frasa. Empat kota menjawabnya sekaligus.

Arah

Hasil muncul di sini begitu kamu mengetik.

  1. Semarang

  2. Jogja

  3. Malang

  4. Unang

Rumus tiap ragam

Walikan Semarang (boso gali)

Sepuluh aksara Jawa pertama ditukar dengan sepuluh aksara terakhir dalam urutan terbalik. Vokal tetap, dan rumusnya berlaku dua arah. Konsonan di akhir kata yang hasil tukarannya janggal dilafalkan (t, s, h, ng) dibiarkan tetap. Kluster sengau homorgan (mb, nd, ndh, nj, ngg) dibaca satu bunyi dan sengaunya luluh sebelum ditukar.

Contoh: mangan → kahath

Walikan Jogja

Dua puluh aksara yang sama, tetapi dipasangkan sejajar, bukan dibalik: h↔p, n↔dh, c↔j, r↔y, k↔ny. Label pakaian Dagadu Djokdja mengambil namanya dari rumus ini.

Contoh: matamu → dagadu

Walikan Malang (ngalam)

Aksara dalam satu kata dibaca dari belakang. Digraf (ng, ny, th, dh) berpindah sebagai satu satuan. Ngalam adalah sebutan kota itu untuk dirinya sendiri.

Contoh: malang → ngalam

Bahasa Unang

Setiap kata dipecah menjadi dua kata dengan rumus U(x) (b)n(c)ng, di mana x adalah suku kata terakhir yang seluruh vokalnya diubah menjadi a, b adalah kata tanpa suku kata terakhirnya, dan c adalah vokal asli suku kata terakhir.

Contoh: hancur → uncar hanung

Dua puluh aksara

hanacarakadatasawala
ngathabagamanyayajadhapa

Kosakata yang tercatat

Dipakai sebelum rumus, dan diekspor sebagai LEXICON.

JawaProkemArti
mangankahathmakan
ombengoceminum
turuyugutidur
lungapuhapergi
maskasmas
bapakcalambapak
wedokdhenyomperempuan
enakngethamenak
apikngalimbagus
isongijobisa
irengngigenghitam
rokokgomomrokok
kopimolikopi
sikjimdulu, sebentar
rakgamtidak
onongothoada
sikatjimatsikat, ambil
jalansapathjalan
loropogodua
seketjemetlima puluh
sepuluhjelupuhsepuluh

Yang tidak bisa dikembalikan utuh

Sumber

Rumus Semarang mengikuti Samidjan (2013) sebagaimana dikutip Khoiriyah (2018), Bahasa Prokem Semarang atau Basa Walikan dalam Komunikasi di Kota Semarang, skripsi UNNES. Walikan Jogja dan Malang dihasilkan oleh libil (MIT, © 2014 Didiet Noor).